February 16th, 2008 by dianikawardhani
Percakapan
dengan seorang sahabat hari ini, membawa angin lain dalam hariku. Ia,
tiba-tiba jadi sosok melankolis. Percakapan lewat YM! hari ini membuat
nuansa lain. Jika dalam percakapan lalu, kami kerap bercengkerama
tentang visi media, konsep ideal media, impian masa depan, bahkan soal
peradaban. Tetapi tidak berlaku hari ini. Sosok itu mengaku jika saat
bercakap denganku ia menangis. Lalu ia memintaku untuk membaca posting
terbarunya. Tentang ingatan akan satu cahaya.
Ia
mengingat satu cahaya. Masa lampaunya. Pelan, kukatakan, itu tak perlu
dirisaukannya. Itu hal manusiawi. Melankolis yang muncul itu pertanda
bahwa kita masih punya hati.
Halah… ^_^
Kuhela
nafas panjang. Rasa pilu pelan merasukiku. Angan panjang membawaku ke
situasi masa lalu. Bertahun, berbulan dan berminggu lalu. Saat ada
matahari. Ia yang kini ada di satu masa dan satu tempat. Ia sumur
ilhamku yang tak pernah surut. Menyebut namanya, mampu menghadirkan
energi dahsyat hingga membawaku dalam nuansa kreativitas nyaris tanpa
batas. Kantuk pun terkalahkan. Kelelahan sirna entah kemana.
Ah sudahlah… semuanya memang harus diakhiri. Sekarang. Harus ada komitmen untuk buka halaman baru.
Ada
matahari lain yang bersinar di ujung
sana
.
Untuk menuju dekapan matahari itu, aku harus menanggalkan semua kisah
lama. Sekarang. Bukan nanti. Bukan diserahkan pada sang waktu.
Terima kasih buatmu…. Kita
kan
jaga persahabatan yang telah ada dan demikian indah. Tapi tak berarti
telah usai masa untuk saling tegur saat ada alpa. Karena untuk itu
seorang sahabat ada…
Posted in pelangi hidup | No Comments »
December 31st, 2007 by dianikawardhani
Ku mencintaimu, lebih dari apapun
Meskipun tiada satu orang pun yang tahu
Ku mencintaimu, sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku..
Ku tahu ku takkan selalu ada untukmu
Disaat engkau merindukan diriku
Ku tahu ku takkan bisa memberikanmu waktu
Yang panjang dalam hidupku
Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku
Yang ku cari selama ini dalam hidupku
Dan hanya padamu ku berikan sisa cintaku
Yang panjang dalam hidupku..
—- miss —-
Posted in pelangi hidup | No Comments »
August 24th, 2007 by dianikawardhani
senja kini berganti malam
menutup hari yg lelah
dimanakah engkau berada
aku tak tahu dimana
pernah kita lalui semua
jerit, tangis, canda, tawa
kini hanya untaian kata
hanya itulah yg aku punya
reff:
tidurlah selamat malam
lupakan sajalah aku
mimpilah dalam tidurmu
bersama bintang
sesungguhnya aku tak bisa
jalani waktu tanpamu
perpisahan bukanlah duka
meski harus menyisakan luka
Lupakan diriku, lupakan
aku
mimpilah dalam tidurmu
bersama bintang
———————————
Posted in pelangi hidup | No Comments »
July 2nd, 2007 by dianikawardhani
Aku capek. Mengalami kebuntuan dan disorientasi. Kuputuskan untuk memasuki dunia baru. Bukan dunia baru sebenarnya. Karena masih bersentuhan dengan media. Media tentang budaya.
Dunia bukan baru. Bukan dunia baru. Tetapi aku menyukainya….
Tim baru. Tool baru. Agak2 difficult person begitu. Tetapi, bismillah aku bisa kok…
Inget sms mbak Zulfa… Di, klo kamu mengalami masalah di sana, ingatlah kamu punya teman-teman di Surabaya yng selalu siap membantumu. Thanks, sist.. its you raise me up….
Posted in cerita | No Comments »
March 7th, 2007 by dianikawardhani
Akhirnya ku menemukanmu. Saat hati ini mulai merapuh. Akhirnya ku menemukanmu. Saat raga ini ingin berlabuh. Kuberharap engkaulah..jawaban segala risau hatiku…. Semoga demikian adanya, yah. Terima kasih …
Ajari aku untuk memulainya kembali. Menguntai kata berjuta makna tentang indahnya sebuah kisah yang akan kita rajut di masa depan….
Vas bunga yang pernah pecah berserak itu hendak kusatukan kembali dan menjadi tempat paling indah…
You walk in to my life.. to stop my tears…everything is so easy now…
I have you here….
Posted in pelangi hidup | 1 Comment »
November 12th, 2006 by dianikawardhani
cinta, sayang, butuh. Tiga hal yang kukira berbeda satu dengan lainnya. Masing-asing berada di tempat yang berbeda.
Cinta, hmm,…semua orang tahu deh kayaknya. Ada respek atau rasa hormat dalam cinta. Ada pengetahuan seluas-luasnya pada orang yang dicintai. Ada perhatian tanpa pamrih. Ada tanggung jawab tanpa batas pada orang yang disayangi.
Sayang, setingkat dengan cinta. Betapa kita sayang tanpa pernah peduli meski yang disayangi cuma sebatas bayangan. Yang kita tahu adalah bahwa kita sayang dengan orang tanpa pernah memaksa untuk disayangi juga. Yang kita kangeni tanpa mengenal batas ruang dan waktu.
Butuh, ada di tingkat tertinggi. Setidaknya itu persepsi saya. Bisa jadi memang ada sayang dan cinta tercakup dalam butuh itu. Tetapi bisa jadi juga tidak sampai pada tataran itu. Yang ada hanya perasaan nyaman, tenang, saat berada di sampingnya. Yang tertinggal hanya perasaan percaya kepadanya. Dan memang kalau boleh jujur saya teramat membutuhkannya. Entah ia tahu, atau mungkin ia takkan pernah tahu…
Posted in pelangi hidup | 1 Comment »
October 17th, 2006 by dianikawardhani
Dalam mimpi malamku
Jadilah bagian keindahan dalam tidurku
Karena tanpa sengaja..
Kau kini kekasihku
Kalau boleh aku memilih
Aku tetap ingin merasakan indahnya
Kalau diijinkan,
Aku tetap ingin menjadi bagian itu
Kalau benar adanya..
Aku ingin kau di sini… sampai nanti!
Posted in cerita | Comments Off
October 16th, 2006 by dianikawardhani
Kadang kekaguman berujung pada timbulnya perasaan sayang. Saya terkesan dengan itu. Meski sakit, kadang kita merasa tetap ingin mempertahankannya. Lalu tetap memuja orang itu dengan cara kita sendiri. Seperti yang menjadi pilihan teman saya. Ia menuliskan kekaguman itu, kekagumannya pada seseorang dengan rangkaian kata yang teramat manis.
cinta yang sunyi
Kutatap kau pertama kali
bukan dengan mataku
Kusapa kau pertama kali
tanpa aksara
Kusentuh kau pertama kali
tanpa rasa
Kucumbu kau pertama kali
tanpa kecupan
Kudengar kau pertama kali
bukan dengan telingaku
Kusayangi kau amat sangat
dalam hati
Kudamba kau dengan caraku sendiri
dalam diam
Kucintai kau
dengan cara yang paling sunyi…
* mengapa menyakiti diri terasa begitu indah?
Puisi itu begitu mengena bagi saya. Setidaknya usai membacanya. Begitu berkesannya saya meminta ijin yang bersangkutan untuk mengutipnya. Jadilah saya copy paste dari www.bergerak.blogspot.com. Yang saya tahu, memang indah. INdah saat melihat seulas senyum atau tawa singgah di bibirnya. Bahkan saat kita tahu bahwa kita tidak mungkin memilikinya. Kalau boleh jujur, saya memang ingin menyayangi ia dengan cara saya sendiri, tetapi saya tidak pernah ingin ia pergi dari samping saya. Itulah doa saya di penghujung Ramadhan 1427 H, kali ini.
Posted in cerita | Comments Off
October 15th, 2006 by dianikawardhani
Tentang sebuah hati. Apa betul kita tidak boleh tergantung dengan seseorang bahkan untuk hal bernama perasaan? Lalu buat apa ada rasa suka itu ada, rasa sayang itu datang, dan rindu yang kerap menderu?
Lalu ada rekan yang menegaskan bahwa hal itu tidak lebih dari sekadar kebiasaan. Memang kelewat susah kalau sudah kesenggol yang namanya kebiasaan. Setidaknya butuh waktu dua hari untuk menetralkan, mendatarkan, membuat semua kembali ke jalan yang benar. Ke situasi sebelum ada bencana bernama kekaguman itu. Satu hari pertama memang kelewat susah. Tetapi bermodalkan kearifan semua lantas akan bisa berjalan biasa-biasa saja.
Posted in cerita | Comments Off
October 11th, 2006 by dianikawardhani
Ini dialog dengan teman saya di ujung senja. Saya bilang kalau saya punya alamat blog baru yang saya kasih judul Cinta Sang Matahari..
Hmm.. Ia bilang, cinta matahari itu tak abadi. Usai senja, ia lenyap. Tak lagi berbagi dengan dunia. Akan tetapi ia lenyap ditelan mega..
Saya tidak sedang ingin berdebat dengannya. Saya biarkan ia bersikukuh dengan pendapatnya. Saya tidak ingin menganggapnya sebagai hal yang layak diperdebatkan. Biarkan saja.
Saya tetap toh berpikir bahwa, saat ini saya ingin menjadi sang matahari itu. Berbagi cinta dengan siapa saja. Tetapi saya ingin mencurahkannya pada satu fokus. Terima kasih kepadanya. Yang telah membawa saya menemukan matahari itu. Pun jika seandainya ia tahu..
Posted in Uncategorized | Comments Off